Sabtu, 15 September 2018

MASA SINGLE


Mengingat usiaku saat ini, orang-orang sering bertanya mengapa aku masih single?

Yah... aku juga bertanya-tanya pada diri sendiri – dan pada Tuhan.

Dan setiap kali aku menanyakan hal itu pada Tuhan, aku mendapatkan perasaan aman karena Tuhan telah mempersiapkan rencana-Nya yang indah.

Jangan salah sangka, aku bukanlah 'Nona idealis' yang menunggu 'Mr. Perfect', ataupun tuan putri yang menunggu 'pangeran berkuda putih'. Aku hanyalah seorang wanita yang sedang menunggu yang terbaik dari Bapaku, yang telah Ia ciptakan untukku. Dan dalam penantianku, aku belajar untuk menghargai masa single ini, dengan mengetahui bahwa:

1) MASA SINGLE ADALAH ANUGERAH TUHAN UNTUK KITA SUPAYA DAPAT MENIKMATI HIDUP SECARA BEBAS UNTUK DIRI KITA SENDIRI.

'Kebebasan' begitu melimpah di periode ini. Kita para single memiliki begitu banyak waktu untuk diri sendiri. Kita bisa mengejar impian kita, melakukan apa yang kita inginkan dan pergi ke mana pun kita mau tanpa harus meminta izin dari seseorang (kecuali dari orang tua). Belum lagi kita boleh membelanjakan banyak uang tanpa khawatir merugikan orang lain

2) MASA SINGLE ADALAH MASA PERSIAPAN.

Karena pernikahan adalah sesuatu yang tidak boleh dianggap enteng, kita harus sepenuhnya siap untuk hal itu saat masih single. Tubuh, pikiran, hati, harta, dan segenap jiwa kita perlu dipersiapkan untuk menikmati seluruh tujuan dan kebahagiaan bahtera pernikahan. Keberanian bukanlah satu-satunya persyaratan untuk menikah. Dibutuhkan kedewasaan dalam segala bidang untuk menjalani pernikahan.

3) ADA HAL-HAL YANG TUHAN KEHENDAKI DALAM HIDUP KITA KETIKA KITA MASIH SINGLE.

Firman Tuhan berkata 'Untuk segala sesuatu ada masanya.’ Karena itu, kita harus peka dan taat terhadap apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita sewaktu masih single. Mungkin Ia ingin agar kita menjadi berkat bagi orangtua atau orang lain melalui pelayanan, aksi sosial, atau kegiatan misi. Semua itu bisa menjadi sangat sukar jika dilakukan setelah menikah.

Masa single memiliki kesenangan dan keistimewaannya sendiri. Kehidupan single adalah masa yang harus dihargai, bukan dibenci. Masa ini harus digunakan secara optimal, bukan dianggap sebagai penderitaan. Setelah kita melewatinya, kita tak akan pernah lagi mendapatkan kesempatan yang sama. Kita perlu membuat keputusan untuk menikmatinya sampai tingkat selanjutnya (pernikahan) tiba.

Kita yang masih single tidak perlu iri dengan orang-orang yang sudah menikah, karena ada banyak hal yang patut disyukuri di depan mata kita. Memang kesepian, ketidaksabaran, kekecewaan, dan kegelisahan biasanya menyerang kita, para single. Namun jika kita belajar untuk memandang masa lajang dari sudut pandang Tuhan, kita akan merasa puas dan bersukacita bahwa Tuhan mengijinkan kita untuk menikmati tahap ini sampai kita siap untuk mencapai tahap selanjutnya.