Senin, 12 Juni 2017

Pembelajaran Seni Rupa Untuk Anak Usia Dini



Pembelajaran Seni Rupa Anak Usia Dini
Dalam pembelajaran pada anak usia dini ada yang namanya dunia anak adalah dunia bermain. Bermain merupakan kebutuhan bagi setiap anak. Anak-anak baik di kota, desa, pantai senang dengan permainan yang ada. Baik yang dimainkan berupa permainan tradisional maupun permainan modern.  Anak-anak selalu bermain dengan riang, melalui bermain anak akan merasa rileks. Tertawa, teriakan, sorakan, ekspresi wajah yang ceria selalu mengiringi suasana anak bermain. Anak walaupun sakit tetap bermain secara terbatas kemampuannya. Di tempat tidur, saat anak tergolek sakit, masih tampak ia membawa mainan di samping tempat tidurnya, yang mudah ia mainkan pada saat-saat tertentu. Dunia anak adalah dunia bermain, maka selayaknyalah pembelajaran untuk anak usia dini dirancang dalam bentuk bermain. Dalam bermain anak bisa melakukan aktivitas yang mempraktekkan kemampuan dan keterampilannya dalam kegiatan mencoba, meneliti dan menemukan hal-hal baru.
Seni yang diciptakan atau yang dibuat oleh anak-anak berbeda dengan seni yang diciptakan atau dibuat oleh orang dewasa, hal ini dikarenakan mental maupun karakter fisik berbeda. Hal ini sangat penting diperhatikan dalam penilaian hasil karya anak didik, agar hasil karya anak tidak diukur menurut selera dan kriteria keindahan orang dewasa. Contoh ketika anak harus belajar tentang gerak disini ada unsur tari yang muncul, ketika berbicara tentang dialog disini ada unsur drama yang muncul, ketika anak harus mengenal sesuatu yang visual disini seni rupa yang akan muncul. Jadi tematik sangat penting untuk mengembangkan pelajaran. Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yeng menghubungkan berbagai bahasan  dari kopetensi dasar secara teintegrasi kedalam satu tema. Hal ini bukan merupakan tujuan pembelajaran melainkan digunakan untuk memperluas wawasan dalam rangka menghantarkan kematangan perkembangan anak. Jadi proses dan tujuan akhir pembelajaran adalah agar anak bisa melakukan sesuatu secara tahap demi tahap. Terkadang orangtua merasa anak – anak itu hanya manusia kecil yang belum bisa apa- apa itu adalah kesalahan besar dan tanggapan seperti itu sangat keliru. Ketika anak diberi kesempatan bahkan anak dapat melebihi guru. Pembelajaran seni rupa untuk anak usia dini tidak bisa diberikan secara terfokus melainkan diberikan melalui tema yang sudah ditentukan atau dibuat dalam pembelajaran sehari-hari yang dinamakan RPPH (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran Harian). Melalui kegiatan yang sudah dicantumkan dalam RPPH ini anak bisa membuat hasil karya yang menarik bagi dirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar